Bagaimana Menyalurkan Bantuan ke Anak Yatim Dhuafa dengan Tepat?
Di agama islam ada istilah zakat, fitrah, infaq, sadaqah, semua diperuntukkan untuk perjuangan di jalan Allah. Selalu ada alasan kenapa Allah memberikan setiap perintahnya, termasuk sasaran dari sedekah yang kita berikan. Ada 7 golongan yang layak menerima zakat, tertera dalam Al-Quran. Kita telah mengenal dekat anak yatim dan kaum dhuafa atau fakir miskin sebagai penerima bantuan. Tentu saja diberikannya kepada 7 golongan itu ada alasannya. Yakni untuk perjuangan islam. Yang mana yang paling berpengaruh pada berkembangnya agama islam sebagai agama rahmatan lil alamin, itulah yang didahulukan untuk menerima zakat.
Sebagai agama rahmatan lil alamin, bermanfaat bagi seluruh alam, tentu akan perduli dengan orang yang terlahir dengan keadaan kurang berkecukupan. Kita yang memiliki lebih wajib untuk membantu mereka. Kenapa? Karena jika tidak, anak-anak kecil tidak bisa tumbuh dengan baik, orang tua melupakan ibadah, dan kemiskinan memang menjadi halangan dakwah. Karena dengan perut lapar kadang seseorang tidak bisa berpikir dengan jernih untuk memutuskan tindakannya. Jika diberi makan oleh agama lain, mereka akan ikut agama itu, asal diberi makan. Jika diajak melakukan kriminal, mereka tidak takut asal dapat uang. Sungguh banyak kemudharatan dalam kemiskinan, sehingga bantuan nyata kita untuk mengatasi kemiskinan adalah perjuangan nyata di jalan islam. Ketika kita membantu anak-anak yatim piatu dan dhuafa pun, niat kita adalah menyelamatkan mereka dari lingkaran setan. Karena masa anak-anak adalah masa pembentukan karakter dan penentu akan jadi apa mereka kedepannya. Maka dana bantuan kita, yang kita berikan untuk islam, alangkah baiknya bukan hanya sekedar untuk gugur kewajiban. Tapi juga diniatkan untuk kemajuan islam.
Banyak yayasan dan panti asuhan meminta bantuan kepada kita untuk membantu anak-anak yang membutuhkan. Tentu kita harus membantu mereka, hanya saja alangkah baiknya jika bantuan yang kita berikan dapat termaksimalkan, dapat bermanfaat, tidak hanya sekarang, tapi untuk kedepannya. Tidak hanya untuk kedepannya, tapi juga untuk kemajuan islam. Berikut ini hal-hal yang perlu kita perhatikan untuk mengalokasian dana bantuan kita secara tepat untuk anak-anak yatim piatu dan dhuafa :
Benar-benar menyalurkan kepada yang berhak
Kita harus memastikan dahulu bahwa yayasan atau panti asuhan yang kita bantu amanah. Kita bisa melakukannya dengan mengecek legalitas yayasan, yang sudah ada SK menkumham dan SK dinsos. Dengan begitu akan terkontrol apabila ada penyelewengan dana atau anak yatim piatu fiktif. Kita bisa meminta bukti dokumentasi, atau kalau perlu survey langsung ke yayasan. Dari laporan kegiatan dan laporan anggaran bulanan juga dapat kita pantau pengalokasian bantuan.Memiliki visi misi dan program nyata memberantas kemiskinan
Setelah memastikan bahwa benar-benar tersalurkan dengan tepat, kita perlu mengetahui apakah yayasan dan panti asuhan ini sekedar memberi bantuan saja ataukah ada usaha sedemikian rupa agar bantuan itu bisa untuk kemajuan islam. Karena niat kita membantu bukan hanya untuk menggugurkan kewajiban, tapi dorongan rasa kasihan kita pun harus dilandasi keinginan untuk ikut berkontribusi membawa perubahan nyata. Tujuan kita membantu mereka adalah memberantas kemiskinan, karena kemiskinan seperti yang telah saya sampaikan tadi, membuat orang mudah dipengaruhi dan sulit menentukan pilihan yang benar.Apa usaha yang dilakukan untuk memberantas kemiskinan? Ada banyak hal yang bisa dilakukan. Contohnya pelatihan kewirausahaan, keterampilan, membantu pendidikan agar lulus dan melamar kerja, membangun cita-cita, pembangunan karakter kemandirian, kerja keras, agar bisa bersaing di dunia kerja, atau kegiatan-kegiatan lain yang dapat membuat mereka terlepas dari rantai kemiskinan dan meningkatkan angka kesejahteraan.
Realisasi dan perkembangan
Setelah kita mengetahui bahwa yayasan atau panti asuhan tersebut memiliki program yang sejalan dengan tujuan memberantas kemiskinan, kita harus memastikan juga bagaimana berjalannya program. Apakah benar terlaksana dengan baik? Apa dampak manfaat dan perkembangan anak-anak dengan adanya program tersebut? Hal ini untuk memastikan bahwa rencana program sedemikian bagusnya tapi benar-benar dapat diaplikasikan, diterapkan, dan menghasilkan suatu karya nyata. Dengan begitu, akan semakin dekat kita dengan tujuan pemberantasan kemiskinan.Adanya prospektus kedepan untuk mencapai tujuan
Prospektus ke depan ini yang paling jarang ditemui, tapi jika sudah menghasilkan ini, insyaallah kita telah mengalokasikan dana kita untuk perjuangan. Hal ini bisa dilihat dari bukti lulusan yayasan atau panti asuhan tersebut, atau pun jika masih dalam asuhan, anak-anak yang telah memiliki hasil yang diharapkan.Misalkan lulusan panti atau yayasan tersebut tidak ada yang pengangguran, pasti jika tidak melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, mereka membuka usaha sendiri, atau memiliki pekerjaan yang mapan. Atau anak-anak yang masih dalam asuhan memiliki kemampuan atau karya yang bisa menjadi langkah awal mereka meningkatkan kesejahteraan. Kita tidak perlu khawatir, karena tidak mendidik mereka untuk menjadi orang yang materialis dengan tujuan kerja kerja dan kerja. Justru dengan pengalaman di yayasan dan perjuangan keluar dari kemiskinan, mereka akan menjadi orang yang sukses, yang tidak akan lupa dengan sesama, dan bantuan yang telah diberikan pada mereka. Siapa sih dermawan yang tidak bangga apabila anak yang telah dibantunya tumbuh besar dan malah menjadi donatur juga untuk adik-adiknya yang lain. Niscaya rantai kemiskinan ini akan tergantikan dengan rantai kebaikan, dan amalan kita dapat menjadi amalan jariyah, terus mengalir sepanjang masa. Amiin.
Komentar
Posting Komentar