Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Tidak Perlu Merasa Siap untuk Memulai

Tak Perlu Merasa Siap Untuk Memulai Langkah pertama adalah bagian tersulit dalam melakukan suatu hal. Tidak sedikit yang menyerah bahkan sebelum memulai. Langkah pertama menjadi sulit karena ini adalah saat di mana kita keluar dari zona nyaman. Ketika kita keluar dari zona nyaman, pikiran kita secara otomatis membayangkan hambatan yang akan dihadapi, kurangnya kemampuan kita, kurangnya motivasi kita, ketakutan akan kegagalan, dan segala jenis alasan yang membuat kita merasa tidak siap. Hasilnya kita menunda melakukan sesuatu. Hal ini membuat kegiatan tersebut tidak selesai tepat waktu, tidak maksimal, atau bahkan tidak dilakukan sama sekali. Apa jadinya bila hal ini terjadi saat kita berkarya? Karya yang kita berikan bisa jadi tidak maksimal, atau malah kita tidak berkarya sama sekali. Padahal karya kita adalah kontribusi untuk agama dan kemajuan bangsa. Bayangkan apabila Nabi Muhammad tidak dakwah secara terang-terangan karena merasa tidak siap menghadapi kaum Quraisy, mungkin kit...

Non-produktif : Hambatan Totalitas

Non-Produktif : Hambatan Totalitas Totalitas adalah keutuhan; keseluruhan (KBBI). Pekerjaan yang kita lakukan akan berhasil dengan maksimal jika kita totalitas dalam melakukannya. Totalitas dalam bekerja berarti mengerahkan seutuhnya kemampuan kita, energi kita, waktu kita, fokus kita, perasaan kita, pada pekerjaan. Hanya saja, melakukannya tentu tidak mudah. Pengalihan perhatian adalah salah satu hambatan dalam bekerja totalitas. Kenapa? Karena dengan sesuatu lain yang mengalihkan perhatian kita, otomatis apa yang kita berikan pada pekerjaan akan terbagi. Jika terbagi, maka bukan lagi totalitas. Pengalihan perhatian ini dapat berupa banyak hal; hawa nafsu, dorongan untuk berhenti, mencari kesenangan sejenak, teman, orang tua, film, game, komik, sosmed, dll. Terbukti orang yang tidak totalitas dalam bekerja tidak akan mencapai hasil maksimal. Contohnya ketika kita belajar pelajaran sekolah sambil menonton TV dengan acara TV yang kita suka. Perhatian kita akan terbagi, dan mungkin aka...

Bagaimana Menyalurkan Bantuan ke Anak Yatim Dhuafa dengan Tepat?

Bagaimana Menyalurkan Bantuan ke Anak Yatim Dhuafa dengan Tepat? Di agama islam ada istilah zakat, fitrah, infaq, sadaqah, semua diperuntukkan untuk perjuangan di jalan Allah. Selalu ada alasan kenapa Allah memberikan setiap perintahnya, termasuk sasaran dari sedekah yang kita berikan. Ada 7 golongan yang layak menerima zakat, tertera dalam Al-Quran. Kita telah mengenal dekat anak yatim dan kaum dhuafa atau fakir miskin sebagai penerima bantuan. Tentu saja diberikannya kepada 7 golongan itu ada alasannya. Yakni untuk perjuangan islam. Yang mana yang paling berpengaruh pada berkembangnya agama islam sebagai agama rahmatan lil alamin, itulah yang didahulukan untuk menerima zakat. Sebagai agama rahmatan lil alamin, bermanfaat bagi seluruh alam, tentu akan perduli dengan orang yang terlahir dengan keadaan kurang berkecukupan. Kita yang memiliki lebih wajib untuk membantu mereka. Kenapa? Karena jika tidak, anak-anak kecil tidak bisa tumbuh dengan baik, orang tua melupakan ibadah, dan ...