Langsung ke konten utama

Non-produktif : Hambatan Totalitas

Non-Produktif : Hambatan Totalitas

Totalitas adalah keutuhan; keseluruhan (KBBI). Pekerjaan yang kita lakukan akan berhasil dengan maksimal jika kita totalitas dalam melakukannya. Totalitas dalam bekerja berarti mengerahkan seutuhnya kemampuan kita, energi kita, waktu kita, fokus kita, perasaan kita, pada pekerjaan. Hanya saja, melakukannya tentu tidak mudah. Pengalihan perhatian adalah salah satu hambatan dalam bekerja totalitas. Kenapa? Karena dengan sesuatu lain yang mengalihkan perhatian kita, otomatis apa yang kita berikan pada pekerjaan akan terbagi. Jika terbagi, maka bukan lagi totalitas.

Pengalihan perhatian ini dapat berupa banyak hal; hawa nafsu, dorongan untuk berhenti, mencari kesenangan sejenak, teman, orang tua, film, game, komik, sosmed, dll. Terbukti orang yang tidak totalitas dalam bekerja tidak akan mencapai hasil maksimal. Contohnya ketika kita belajar pelajaran sekolah sambil menonton TV dengan acara TV yang kita suka. Perhatian kita akan terbagi, dan mungkin akan kembali fokus hanya ketika saat iklan saja. Fokus yang berganti-ganti ini dapat membuat kita kelelahan, karena otak kita terpaksa bekerja ekstra. Hasilnya materi yang kita tangkap dari pelajaran akan setengah-setengah, tidak utuh, tidak maksimal. Berbeda ketika kita belajar dan hanya fokus belajar saja. Otak kita hanya memproses satu informasi dalam satu waktu. Sehingga hasil dalam mengolah informasi baru menjadi maksimal. Hal ini berlaku juga untuk pekerjaan lain. Misalkan kita bekerja sambil bermain HP di sela-sela waktu bekerja, entah itu untuk membuka sosmed, membaca komik, atau bermain game. Bisa saja kita kelewatan dan pekerjaan menjadi tidak selesai. Atau ketika selesai melakukan 'kesenangan sejenak' itu, rasanya malas dan sulit sekali kembali fokus pada pekerjaan, karena masih terpikirkan dan masih ada keinginan untuk meneruskan 'kesenangan sejenak' tadi.

Kegiatan-kegiatan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan yang sekarang sedang kita lakukan ini adalah kegiatan non-produktif. Apa pun kegiatan non-produktif, apabila dilakukan pada saat jam kerja, maka akan membuat suatu pekerjaan tidak maksimal.

Menghentikan Kegiatan Non-produktif
Tentu saja dengan menghentikan segala kegiatan non-produktif dan memulai pekerjaan kita. Mungkin akan sulit waktu pertama kali mencoba, karena tingkat ketahanan fokus tiap orang berbeda-beda. Tapi hal tersebut bukan menjadi masalah, karena ketahanan fokus dapat dilatih sebagai salah satu skill kefokusan (Deep Work - Call Newport). Sama seperti skill, tingkat kemampuan akan bertambah seiring dengan banyaknya kita berlatih untuk meningkatkannya. Jadi kemampuan kita untuk menahan kegiatan non-produktif di waktu kerja pun akan meningkat jika kita tidak menurut pada hawa nafsu untuk mencuri-curi waktu. Atau mencoba sedikit saja. Karena walaupun sedikit, input yang kita terima akan menjadi stimulus yang dapat menghancurkan kefokusan.

Apa Jadinya Bila Tidak?
Menurut pengalaman pribadi penulis, penulis seringkali berada dalam peringkat dua dalam kompetisi apa pun. Padahal tinggal selangkah lagi mampu mendapatkan gelar juara. Apa yang menjadi penyebabnya? Apa yang membedakan saya dengan juara satu? Juara satu adalah mereka yang melakukan sesuatu dengan totalitas. Mungkin secara kemampuan bisa jadi kami sama, tapi secara totalitas berbeda, maka hasilnya pun akan berbeda. Padahal sebagai seorang muslim, kita harus mengeluarkan kemampuan terbaik kita berjuang untuk Allah. Dengan seluruh nikmat yang Allah berikan, apakah kita tidak malu apabila melakukan sesuatu hanya setengah-setengah?

Hikmah Totalitas
Totalitas adalah keharusan bagi kita agar dapat menjadi yang terbaik di bidang kita sendiri. Ketika kita melakukan yang terbaik, melakukan hal secara totalitas, niscaya kemenangan akan ada di depan mata. Karena hasil tidak akan pernah mengkhianati proses. Jika ingin berhasil, maka lakukanlah secara totalitas!

Komentar