Langsung ke konten utama

Tidak Perlu Merasa Siap untuk Memulai

Tak Perlu Merasa Siap Untuk Memulai

Langkah pertama adalah bagian tersulit dalam melakukan suatu hal. Tidak sedikit yang menyerah bahkan sebelum memulai.

Langkah pertama menjadi sulit karena ini adalah saat di mana kita keluar dari zona nyaman.

Ketika kita keluar dari zona nyaman, pikiran kita secara otomatis membayangkan hambatan yang akan dihadapi, kurangnya kemampuan kita, kurangnya motivasi kita, ketakutan akan kegagalan, dan segala jenis alasan yang membuat kita merasa tidak siap. Hasilnya kita menunda melakukan sesuatu. Hal ini membuat kegiatan tersebut tidak selesai tepat waktu, tidak maksimal, atau bahkan tidak dilakukan sama sekali.

Apa jadinya bila hal ini terjadi saat kita berkarya? Karya yang kita berikan bisa jadi tidak maksimal, atau malah kita tidak berkarya sama sekali. Padahal karya kita adalah kontribusi untuk agama dan kemajuan bangsa. Bayangkan apabila Nabi Muhammad tidak dakwah secara terang-terangan karena merasa tidak siap menghadapi kaum Quraisy, mungkin kita tidak akan mengenal Islam sekarang. Bagaimana dengan kita? Karya apa yang kita lewatkan hanya karena kita merasa tidak siap?

Pertanyaannya adalah, haruskah kita merasa siap agar sesuatu yang kita lakukan berhasil dengan baik?

Siap dan Persiapan
Siap berbeda dengan persiapan. Siap adalah kodisi yang dirasakan oleh diri kita, sementara persiapan adalah aktivitas sebelum melakukan suatu kegiatan agar kegiatan tersebut dapat berjalan sesuai harapan.

Peribahasa cina mengatakan, orang yang berusaha membuat langkah pertamanya sempurna, akan menghabiskan seluruh hidupnya untuk satu langkah. Memang seperti hukum kelembaman, kita pun ketika mulai bergerak adalah tantangan yang paling besar. Kita paling sulit untuk memulai. Tapi setelah memulai kita akan dengan sendirinya mampu mengatasi keadaan.

Contohnya ketika hendak bekerja mencapai tujuan. Karena beratnya beban pekerjaan, dan keinginan kita untuk memberikan terbaik, kita akan memikirkan banyak hal sebelum memulai.

Nelson Mandela, mengaku tidak siap dan merasa takut ketika memulai menyuarakan pemikirannya di depan massa. Itu adalah langkah pertamanya menggalang dukungan untuk perjuangan orang kulit hitam. Bayangkan, jika menunggu dia siap maka tidak akan memulai revolusi. Toh dia tetap sukses meskipun saat memulai dia belum siap. Jadi sebenarnya, ketidaksiapan bukanlah menjadi sebab kita tidak bisa mencapai tujuan. Justri sebaliknya, menunda melakukan karena merasa tidak siaplah yang menjadi sebab tidak tercapainya harapan.

Maka, ketika hendak memulai, dan kita merasa belum siap, itu adalah kendala yang sebenarnya tidak harus dituruti. Lakukan saja. Lakukan saja. Tidak perlu menunggu rasa siap. Niscaya dengan melakukan akan lebih dapat mencapai tujuan daripada menunggu siap terlebih dahulu.

Komentar