Langsung ke konten utama

Teori Modernisasi, Benarkah akan Mengantar Indonesia pada Kemajuan?

Teori Modernisasi, Benarkah akan Mengantar Indonesia pada Kemajuan?

Teori pembangunan, adalah teori untuk memajukan negara-negara ketiga. Salah satunya teorinya adalah teori modernisasi. Teori ini memandang pembangunan tidak hanya soal ekonomi saja--seperti pendapatan negara--melainkan melibatkan aspek politik, sosial, dan budaya. Teori ini memandang pembangunan sebagai gerakan linier bertahap. Setiap negara akan mengalami suatu tahap hingga mencapai puncak kemajuan bangsa, dan jika sudah di atas tidak bisa turun ke bawah. Proses ini bisa jadi sangat lama, lewat jalan evolusi.

Apakah benar seperti itu?

Dalam Teori Pembangunan Dunia Ketiga (Arief Budiman) menyatakan teori modernisasi ini cenderung hendak menggiring negara dunia ketiga masuk dalam kubu kapitalis. Karena indikator kesuksesan pembangunan modernisasi ini adalah negara adidaya seperti Amerika Serikat dan Eropa.

Samuel Huntington mengatasnamakan pembangunan demokrasi sebagai alat untuk mengajak negara ketiga untuk memihak kepada Amerika Serikat. Rostow juga demikian, dia menyatakan salah satu tahap menuju lepas landas, untuk menaikkan investasi negara dari 5% menjadi 10% diperlukan dana. Jika tidak ada dana dari pendapatan negara, maka diharapkan meminjam uang dari pihak asing. Ini adalah 'jebakan hutang' yang dicanangkan oleh Amerika Serikat. Jebakan hutang ini pernah diungkapkan dalam buku "Confession of Economical Hitman." Indonesia saat ini telah terjebak dalam debt trap Amerika Serikat.

Kenapa Amerika melakukan ini? Tentu saja salah satunya untuk memertahankan kekuasaannya sebagai negara adidaya, dan menjadikan negara ketiga berada di bawah kekuasaannya sebagai negara satelit.

Kita harus berhati-hati menerapkan sautu teori untuk memajukan Indonesia. Apakah modernisasi sepenuhnya bisa diaplikasikan di Indonesia? Apakah Indonesia mau menjadi tangan kanan Amerika? Akankah Indonesia mau kembali dijajah oleh tangan tak kasat mata, yang menyuapi Indonesia hingga tak mampu bekerja? Terus dihisap kekayaan kita? Modernisasi sebenarnya hanyalah upaya westernisasi yang hendak menyeragamkan dunia sesuai dengan nilai meraka, tanpa memerhitungkan sejarah lokal. Modernisasi ini tidak bebas nilai. Maka, kita sebagai bangsa Indonesia haruslah kritis dan memilih dengan hati-hati model pembangunan mana yang benar-benar bisa mengantarkan Indonesia menuju cita-cita.

Komentar